Senin, 12 Desember 2011

Don't Judge A Book Just From Its Cover (all ab. my name)

Hello, my name is Fakhurin (F-A-K-H-U-R-I-N) and i'm a GIRL! (semoga ini sudah cukup menjelaskan judul di atas)
Nama lengkap saya Fakhurin Khusnida Noviabahari. Sudah terlalu banyak orang yang salah panggil dan mengira kalau saya ini laki-laki. Jadi inilah CERITA PERTAMA saya. Akan menjadi sebuah pengalaman tersendiri saat kamu dikira ber-gender laki-laki padahal kamu perempuan, and vice versa. Dan saking seringnya hal ini terjadi sekarang saya sudah terbiasa.
Beberapa kali saya SMS orang yang tidak mengenal saya (dengan mencantumkan nama saya di bagian akhir SMS), mereka membalas, "Iya, Mas!". Sekalian deh saya isengin, "Oh ya, lain kali jangan panggil Mas ya?" :P
Beberapa dosen sering memanggil saya Fakhrudin pada saat absensi atau berkomentar, "Oh, saya kira laki-laki." (saat itu terjadi teman2 sekelas saya pasti tertawa)
Ada cerita waktu saya mau menginap di rumah temen. Temen saya SMS ibunya, kurang lebih seperti ini: 'Bu, temenku mau nginep rumah, Endu sama Fakhurin'. Endu sih sudah sering nginep jadi ibunya sudah kenal. Lalu apa balasan ibunya? Kurang lebih seperti ini: 'Lho, temenmu cowok ikut nginep juga?' (Saya: baiklah-baiklah... kan sudah biasa.)
Lain lagi di kantor imigrasi baru-baru ini, "Fakhurin ..." Kata pertama disebutkan dengan benar. Dalam hati, 'tumben gak salah'. Tapi selanjutnya "...Khusniadi Noviabahari". (ini membuat saya =.=". Bisa membayangkannya?)
Selain cerita-cerita diatas, sepertinya masih ada beberapa cerita sejenis yang saya lupa.


Another side of my name
Fakta selanjutnya tentang nama saya adalah orang selalu bingung kalau mau manggil saya. Bayangkan saya berkenalan dengan orang dan dia bertanya "Namanya siapa, mbak?"
"Fakhurin." (Biasanya orang tersebut akan bertanya lagi, "Siapa, mbak?" dan saya harus mengucapkan nama saya lagi. Kadang saya terpikir untuk membuat name tag.)
Jelas tidak jelas mereka pasti akan bertanya lagi, "Panggilannya siapa, mbak?"
Dan saya pasti menjawab, "ya itu."
Seandainya orang yang berkenalan dengan saya itu kamu, pasti terpikir untuk memutilasi nama saya, mencari panggilan yang tepat dan enak. Tapi apa? Hasil yang kamu dapatkan adalah: Fakh, Khur, Rin. Beberapa teman memberikan pilihan, "Mending Fakh kan daripada Urin?".
"Atau Khusni?". (Nah lho?)
Saya sih oke2 saja, selama itu masih berada dalam bagian nama saya, mau apapun itu.


Overall, saya bangga dengan nama yang diberikan orang tua saya. Ada do'a baik yang terkandung dalam setiap nama yang diberikan orang tua kepada anak-anak mereka. Saya rasa nama saya spesial, membuat saya merasakan pengalaman-pengalaman menarik diatas, yang tidak semua orang dapat merasakannya. :)
Jadi nasehat saya, Jangan menebak-nebak seseorang jika Anda hanya tau namanya. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar